Maluku : 13 tahun yang lalu dan sekarang

haaa., bicara mengenai Maluku rasanya sedih mengenang apa yang terjadi 13 tahun lalu, atau lebih tepatnya tahun 1999. Maluku sedang berduka pada tahun-tahun tersebut, diawali dari kota Ambon yang warganya terprovokasi dikarenakan sesuatu yang tidak tau asal muasalnya (pengetahuan saya kurang sepertinya.., hihi). Dan dari Ambon itulah kerusuhan pun melebar ke wilayah Maluku lainnya, salah satunya Masohi. Masohi adalah kota kecil ibukota kabupaten Maluku Tengah. Dan Masohi inilah tempat lahir saya.

Kerusuhan yang telah terjadi di Ambon tidak seketika menjalar ke Masohi, tetapi sudah mulai muncul isu isu yang sangat memprovokasi kedamaian warga Masohi. Saya sempat merasa beberapa isu bom dan isu lainnya, kalau mengingat hal itu masih rasa ngeri yang muncul di pikiran ini.

Bapak dan Ibu sudah mempunyai rencana antisipasinya sendiri. Saya dan kakak saya akan dititipkan di Jawa alias kampung halaman mereka dan kita akan disekolahkan disana. Ayah, Ibu dan adik saya akan kembali ke Masohi untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Akhir tahun 1999 kami sekeluarga menggunakan kapal penumpang TataMailau (semoga spellingnya benar) menuju ke Surabaya. Awal perpisahan dengan kota Masohi, saya dan kakak berpamitan dengan tetangga dan teman-teman. Sedih rasanya meninggalkan mereka yang sudah sangat kuanggap sebagai keluarga, toleransi Maluku warga sangat tinggi menurut saya.

Perjalanan laut itu akan memakan waktu cukup lama sekitar 5 hari 4 malam, jadi bekal yang kita bawa cukup banyak. Ketika itu kami melewati perairan Ambon, bahkan kami melewati pelabuhan Ambon. Keadaan di Ambon membuat banyak warga yang ingin keluar dari Ambon sehingga kapal yang saya tumpangi bruukk., banyak sekali penumpang yang naik. Dan kami mendapatkan tempat tidur yang tak layak hmm,., tapi masih tetap bersyukur.

Dengan perjalanan yang cukup panjang tetapi indah itu, kamipun sampai di pelabuhan Bali (saya lupa pelabuhan apa) dan perjalananpun berlanjut dengan menggunakan kendaraan darat menuju pelabuhan Gilimanuk dan kemudian kami menggunakan feri ke pelabuhan Banyuwangi. Perjalananpun berlanjut menuju Solo.

Sesampainya di Solo kami mendapatkan informasi bahwa kerusuhan Ambon sudah menjalar parah ke Masohi, dan ayah, ibu dan adik sangat disarankan oleh keluarga maupun tetangga disana untuk tidak kembali di Masohi untuk waktu2 itu. Waktupun berlalu dan keluarga saya akhirnya resmi pindah ke tanah Jawa.

13 tahun memang waktu yang cukup lama untuk mengenang masa-masa itu. Jujur aja., Berkunjung ke Maluku khususnya Masohi adalah rencana besar saya dan sahabat-sahabat kecil saya. Daaaaaaaaaaaaaannn bulan ini saya mendapatkan kabar bahagia itu, saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke Maluku tepatnya Ambon., meskipun tujuan utamanya adalah tugas bukan kunjungan pribadi. Tapi tak mau meninggalkan kesempatan, weekend saya gunakan untuk ke Masohi juga. Alhamdulillah.
Maluku.., 13 tahun yang lalu dan sekarang.

my note is : Tulisan ini saya bikin dengan perasaan yang campur aduk, ada perasaan sedih mengingat peristiwa dulu maupun menangis dalam hati karena bisa kembali ke tanah kelahiranku kembali., thanks Alloh SWT.., Maluku sangat istimewa di hatiku..,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s