Cerita Yayasan Sayap Ibu Bintaro..,

Sabtu pagi di bulan Ramadhan ini saya dan teman-teman sejawat kerja sudah mempersiapkan kegiatan ini sejak seminggu yang lalu. Kegiatan ini spontan kami rencanakan di bulan Ramadhan ini dan mulai benar-benar serius seminggu yang lalu dengan mulai menyebarkan proposal mini yang kami buat untuk penggalangan dana.

Yayasan Sayap Ibu Bintaro lah tujuan kami di Sabtu pagi ini. Jarak antara yayasan ini dengan meeting point kami lumayan jauh, sehingga kami memberikan rentang waktu 2 jam untuk perjalanan menuju pukul 09.00. Pukul 07.00 saya, Mb Hasna, Mb Wulan, Linda, Ulid, Ms Abi, Ms Rizky, Mb Putri, Mb Helin, Omi dan Ms Bugi berangkat bersama menuju Bintaro. Karena kebanyakan dari kami yang bukan asli Jakarta, jadi penunjuk jalannya adalah Mb Hasna yang merupakan none asli Betawi., haha..,

Perjalanan kali ini tidak memerlukan tenaga berlebih alias jalan raya lancar jaya dan tidak bertemu dengan teman sehari-hari Jakarta yaitu “macet” (Alhamdulillah..,).  Pukul 08.00 kami sudah tiba di Jalan Graha Raya Bintaro dan terpampang jelas papan bertuliskan Yayasan Sayap Ibu Bintaro di kanan jalan, kami pun mengarah pada sebuah bangunan yang tak besar yang tak terlihat dari jalanan karena letaknya sedikit masuk ke dalam.

Hmmhh, kami pun sampai di halaman gedung yayasan itu dan langsung melihat pemandangan adek-adek sayap ibu yang sedang berjemur di teras gedung serasa mereka menyambut kehadiran kami. Senyum merekapun menyambut kami dengan indahnya, seketika beberapa dari kami terlihat berkaca kaca melihat keadaan mereka, adik-adik kita yang mempunyai kebutuhan khusus dan telah ditelantarkan oleh keluarga mereka. Tapi keadaan itu tidak berlangsung lama., kami langsung berkenalan dengan mereka dibantu dijelaskan oleh pengasuh mereka karena keterbatasan mereka. Beberapa dari kami pun berbincang dengan salah satu pengasuh, dia menjelaskan latarbelakang cerita dari anak-anak yang sedang berjemur di teras satu per satu. Mendengar cerita dari pengasuh membuat hati ini menangis dalam hati dengan keadaan mereka yang cacat bahkan cacat ganda ataupun lebih dan ditelantarkan di Rumah Sakit, jalanan, Dinas Sosial terlebih ada yang dibuang di kuburan. Betapa bersyukurnya saya bisa hidup dengan keadaan normal seperti ini (Alhamdulillah..,).

Meskipun keadaan mereka seperti itu, keceriaan tidak hilang sama sekali. Sembari berjemur di teras, mereka terlihat menikmati berinteraksi dengan kami terlihat dari tawa mereka yang lepas maupun senyuman indah mereka. Di teras ini kami berkenalan dengan Ucup , Reihan, Jelita, Bela, Kazumi, Ari, Nurul, Ayu, Tami, Sinta dll. Pengasuh menjelaskan latar belakang mereka maupun kekurangan yang dimiliki oleh mereka, hampir semua dari mereka memiliki cacat lebih dari satu, sebagian besar keterbelakangan mental dan hydrocephalus selain itu ada juga yang lumpuh, katarak dll.  Latar belakang merekapun bermacam-macam, ada yang dari Dinas Sosial Samarinda, NTT, dari RSCM, RS Fatmawati dan dari Dinas Sosial yang lainya yang juga mempunyai cerita yang sangat menyayat. Salah satu dari mereka dibuang di kuburan palsu pada taman pemakanan oleh neneknya sehingga mata bayi rusak karena serangga terutama semut. Adapun juga korban tsunami dan juga korban pelecehan sexual ayah tirinya sehingga berakibat keterbelakangan mental. Huhh., mendengar ini seakan ingin marah dengan keluarganya., tapi semua ini sudah diatur oleh Yang Berkuasa, insyaAllah hikmah selalu ada.

Jam telah menujukan pukul 09.00, itu pertanda waktu minum jus bagi anak-anak panti. Jus yang diberikanpun berbeda-beda sesuai dengan karakteristik gizi yang dibutuhkan per anak. Beberapa kami pun menuju kamar tidur besar, banyak anak-anak yang tidak berjemur berada di kamar ini. Pertama masuk kami langsung menuju ke Berti, adek mancung dan manis ini berada di salah satu tempat tidur di ujung dan hanya bisa terbaring. Berti menderita Hydrosefalus yang sudah tidak bisa dioperasi karena terlambat penanganan. Berti selalu ingat dengan hari ulang tahunnya yang jatuh tanggal 26 Agustus, kalau terlupakan oleh para pengasuh??? hmm.., bisa gawat ceritanya.., haha. Selain Berti, di kamar besar ini ada Rizky dengan keadaan tulang yang lemah, Budi dkk yang mempunyai jenis cacat bermacam-macam.

Kami pun berpindah ke kamar lain yang mempunyai ciri ruangan yang hampir sama dengan kamar pertama., yaitu terdiri dari jejeran tempat tidur yang mempunyai bentuk bermacam-macam sesuai dengan cacat yang mereka derita, ada pula satu tempat tidur kosong yang disediakan bagi pengasuh yang piket, lemari dll. Kamar yang kedua ini memiliki luas yang lebih kecil dari kamar pertama yang kami kunjungi tadi.

Di kamar ini kami menemui seorang anak lelaki tampan, unik, lucu dan mempunyai karismatik yang kuat (menurut saya). Tatapan matanya begitu tajam mengarah pada tiap orang yang mendekatinya., kita pun terkesima dengan gaya berbicara melalui mata dari anak yang mempunyai cacat pada tangan kirinya maupun menderita autism sedang ini. Pengasuh yang berada di kamar ini pun meguatkan dugaan kami bahwa dia dapat berbicara melalui mata. Wooww., saya pun disana terkesima dan segera mencoba melakukan komunikasi via tatapan mata. Tatapan matanya begitu tajam menatap tatapan mata saya, benar-benar matanya berbicara., dia pun tersenyum di saat perbincangan antar mata kita. Huh., saya pun semakin terkagum dengannya. Bocah ini juga mempunyai satu keunikan dari bajunya karena sebagai cara pencegahan dari salah satu kebiasaannya. [sepertinya saya membutuhkan post tersendiri mengenai bocah unik ini.., hihi]

Waktupun semakin berlalu., rombongan sepertinya harus berpamitan dengan pihak pengasuh maupun anak-anak tercinta yang ada disini. Rasanya sedih meninggalkan mereka , karena senyuman mereka memudar menyadari kita akan meninggalkan mereka hari itu.., hmm.. Tapi rasanya bahagia bisa berkesempatan bermain bersama anak-anak hebat Yayasan Sayap Ibu Bintaro.., Alhamdulillah

my note is :  ini ada kontak Yayasan Sayap Ibu Bintaro temans..,

YAYASAN SAYAP IBU BINTARO
Panti Penyantunan & Rehabilitasi Anak Cacat Ganda Terlantar.

Jl. Raya Graha Bintaro No. 33B Pondok Kacang Barat – Bintaro
Tangerang Selatan
Indonesia
15226
E-mail: ysibintaro@gmail.com
Telephone: 021-733 1004 / 07
Fax: 021-733 1007
Mobile Phone Number: 0817 0831 792 ( Rini ) / 0817 6092 917 ( Ayu )

website : http://ind.sayapibubintaro.org/
Artikel lainnya :

One thought on “Cerita Yayasan Sayap Ibu Bintaro..,”

  1. I’m really enjoying the theme/design of your blog. Do you ever run
    into any internet browser compatibility issues? A handful of my blog
    readers have complained about my site not operating correctly
    in Explorer but looks great in Firefox. Do you have any
    advice to help fix this problem?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s