Indonesia Mengajar : Kisah para pemuda di pelosok negeri [superb dedication from Pengajar Muda]

Indonesia Mengajar

Image

ya, familiar sudah di telinga ini., entah itu setahun atau dua tahun lalu saya pernah mendengar mengenai Indonesia Mengajar ini melalui tayangan Kick Andy. Memang saat itu saya tidak menyaksikan talkshow dari Bapak Andy F. Noya episode Indonesia Mengajar, tapi melalui iklan saya dapat sedikit menangkap isi dari program tersebut.

Karena “ketidakpedulian” dari seorang pemuda pemalas ini, Indonesia Mengajar pun menghilang dari pikiran ini, tanpa ada usaha untuk memperdalam apa detil yang terkandung dalam program tersebut. Kecewa memang karena hal ini menunda saya untuk mengetahui begitu superb dan mulia para pengajar muda ini.,

Buku bercover hijau dengan gambar seorang guru bersama murid-murid berseragamnya di sebuah dermaga yang kutemui di jejeran display buku di sebuah toko buku itu mengingatkanku kembali akan Indonesia Mengajar. Kali ini rasa ingin tau ku akan Indonesia Mengajar begitu besarnya, melebihi tawaran iklan KickAndy beberapa tahun lalu. Tidak mau mengulangi kesalahan melupakan IM, saya pun mengambil buku itu dari jajaran display menuju rak koleksi yang akan kubeli.

Exited., ya .. saya begitu menggebu melihat isi dari buku tersebut, dengan melihat nama Anies Baswedan -tokoh yang saya kagumi- Ketua Indonesia Mengajar tertera pada cover sekaligus sebagai pengisi prolog dan membaca ulasan dari para tokoh penting mengenai IM yang tertera pada punggung buku semakin membuatku tak sabar untuk membaca kisah yang ada di dalamnya.

Dimulai dengan Pengantar dari Bapak Anies Baswedan, paragraf demi paragraf saya baca dengan khidmat semakin antusias untuk lanjut membacanya. MERINDING bahagia dan menangis HARU membaca pengantar dari pak Anies ini yang menjelaskan tentang proses perekrutan, training dan hari keberangkatan mereka yang tepat pada hari pahlawan 10 November 2010 serta beberapa wejangan lain yang dapat menggugah semangat mereka. Satu quote di akhir paragraf pengantar ini dapat menyinggung dan menyadarkan saya secara langsung, mungkin begitu halnya dengan kalian readers. ” Mendidik adalah tugas konstitusional negara, tetapi sesungguhnya mendidik adalah tugas moral tiap orang terdidik ”.

Dalam buku IM, kumpulan profil para pengajar mud disajikan pada bagian akhir buku. Urutan membaca normal dari depan ke belakangpun kusingkirkan dalam membaca buku ini. Lagi dan lagi.., MERINDING dan HARU muncul ketika saya membaca bagian profil dari pengajar muda ini. Mereka begitu muda dan berprestasi untuk mau mengajar di pelosok negeri meninggalkan kehidupan mereka di kota-kota besar di Indonesia ini. Daftar prestasi mereka pun semakin membuat saya kagum akan program ini dan menyadarkan saya bahwa masih banyak pemuda Indonesia di era sekarang yang mempunyai hasrat untuk berjuang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang MERDEKA., ya., MERDEKA SEJATI lebih tepatnya. Malalui pemerataan pendidikan inilah cara mereka.. ,SALUT..,!!

Kisah demi kisahpun saya baca dengan penuh antusias, efek yang muncul tetap sama MERINDING bahagia dan menangis HARU..,

my note is : Buku ini sangat saya rekomendasikan buat kalian readers, banyak nilai dan inspirasi yang saya dapatkan dari buku ini. Efek yang muncul benar benar MERINDING dan HARU, terkadang rasa haru itu saya utarakan dengan tetesan air mata. Sejatinya saya bukan orang yang gampang untuk meneteskan air mata apalagi menangis. Jadi bisa disimpulkan sendiri betapa SUPERB buku ini dan dedikasi mereka untuk bangsa ini…,!!!

https://indonesiamengajar.org/

Artikel lainnya :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s