Untitled

Jarang, sangat jarang saya merasakan perasaan yang seperti ini. Mengenai topik ini saya selalu cuek entah berantah. Tidak sepenuhnya cuek, hal-hal yang berkaitan dengan ini tetap saya lakukan. Interaksi eksklusif yang berkaitan erat dengan topik ini tetap kulakukan, tapi lagi lagi karena kecuekan itu semuanya tak berjalan sesempurna sebagaimana mestinya.

Cuek memang tak bisa dipaksakan menjadi peduli. Lebih dekat dengan kata “sok peduli” kalau itu dipaksakan. Tapi cuek itu sendiri tak bisa diartikan dengan hilang semuanya. Ada, masih ada. Kuat, sangat kuat. Tapi memang saya akui , cuek itu menutupi segalanya yang sejatinya ada.

Dan rasa cuek itu seketika berubah menjadi peduli. Bukan karena dipaksakan, tapi secara alami didorong faktor ekstern yang fatal yang mengakibatkan “peduli” itu muncul dengan sendirinya. Peduli itu dapat mengarah ke akibat rasa yang positif jika faktor ekstern yang mempengaruhinya juga positif, begitu sebaliknya.

Dan kali ini yang saya rasakan adalah aura negatif dari kata “peduli” itu.

but it was my mistake, really bad. And now, I don’t know what should I do..

Artikel lainnya :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s