Kereta Api Indonesia: Kereta Ekonomi?? Why Not?

Kali ini saya akan menulis lagi mengenai Kereta Api Indonesia alias PT. KAI setelah tulisan saya sebelumnya “Kereta Api Indonesia: Eksekutif? Bisnis? atau Ekonomi?“. Cukup berhubungan menurut saya.

Tepat tanggal 20 oktober 2012 yang lalu pukul 19.04 saya berada di kursi kereta ekonomi Bengawan yang sedang “ngetem” di stasiun Tanah Abang menunggu keberangkatan pukul 19.40, . Ada perbedaan dengan jenis kereta ini. Kali ini Kereta Api Bengawan jurusan Jakarta Tanah Abang – Solo Jebres ini dilengkapi dengan AC pada 2 gerbongnya yang paling depan,, yaitu gerbong 8 dan gerbong 9. Wow. .salah satu perkembangan layanan PT. KAI yang patut diapresiasi. Salut !! Bukan hanya itu saja, kali ini akan saya ceritakan tentang beberapa perkembangan PT. KAI. Seperti tulisan saya sebelumnya mengenai Kereta Api.. prioritas penggunaan kereta api bagi saya menempatkan kereta api bengawan ini pada prioritas paling akhir. Mengapa?? Alasan kuatnya adalah cara pemesanan tiketnya. Dahulu pemesanan tiket ekonomi ini dilayani H-7 keberangkatan dan hanya bisa dilayani di stasiun yang online. Bisa dibayangkan betapa banyaknya manusia Jakarta yang merebut tiket “emas” itu. Ditambah lagi dengan aksi para calo yang telah menguasai jajaran antrian sehingga kita yang antri belum tentu mendapatkan tiket. Apalagi stasiun terdekat bagi saya adalah Stasiun Tanah Abang yang terkenal dengan banyaknya “copet”. Ohh..!! dan masih banyak lagi alasan saya untuk menempatkan kereta ekonomi sebagai prioritas terakhir.

Beberapa waktu belakangan ini memang saya sudah mendengarkan perkembangan megenai kereta api ini. Tapi hanya sepintas mengenai perbaikan PT. KAI yang telah dipublikasikan di situs situs berita online. Detil dari perbaikan itu sendiri tidak saya dalami. Kesadaran akan perubahan ini terjadi secara tidak sengaja ketika saya berencana untuk pulang ke Solo. -mari kita ulas kejadian sebelum saya berada di dalam gerbong ini- Bisa dikatakan “mendadak” rencana saya pulang ke Solo, hanya beberapa hari sebelum keberangkatan, tentunya saya belum memiliki tiket. Pertama yang saya inginkan adalah tiket pesawat, tapi jelas untuk waktu yang sempit sebelum keberangkatan, harga sudah menjulang tinggi. Opsi kedua adalah KERETA dan saya segera menuju ganggang telepon dan menekan angka 021-121 yang sudah tak asing lagi bagi saya.

Tujuan saya saat itu adalah menanyakan kereta api ekonomi AC jurusan Senen-Jogjakarta atau opsi kedua kereta api bisnis jurusan Senen-Solo Balapan. Seperti biasanya, suara manis mbak-mbak KAI langsung menghiasi isi telepon “Selamat malam, terimakasih telah menghubungi PT Kereta Api Indonesia (Persero) … Untuk pemesanan tiket jarak jauh, Tekan 1” beberapa saat kemudian terdengar musik yang tampaknya MARS dari PT. KAI, tapi entah lagu itu disebut dengan apa (Lupakanlah, HHa). Beberapa saat menunggu, munculah suara langsung dari costumer service wanita PT. KAI berinisial R

“Selamat malam, dengan R… ada yang bisa saya bantu?”

“Pemesanan tiket jarak jauh mbak.” sautku

“Baik pak, bisa diinformasikan nomor teleponnya?” jawabnya sekalian menanyakan informasi nomor telepon -memang ini merupakan tahap awal yang harus dilalui oleh penelpon. Menurut analisis saya, nomor telepon ini direkam dalam sebuah sistem dan digunakan sebagai kode pengenal penelpon (Tapi belum tentu analisis saya benar juga,. hihi)-.

Percakapan saya dengan mbak R pun berlanjut dengan menanyakan ketersediaan tiket dari stasiun Gambir/Senen sampe Jogja/Solo pagi ataupun malam, jawaban dari mbak R tetap sama “HABIS”. Gara-gara percakapan begitu panjang dan lebar, perbincanganpun sudah semakin melunak tanpa bahasa kaku CS seperti biasanya.

“Yasudahlah mbak, Terimakasih” tandasku menjawab kata habis yang telah muncul berulang-ulang.

“Sebentar pak, ini ada tiket ekonomi AC., Senja Bengawan dari Tanah Abang ke Solo Jebres. Mau pak?”

Mendengar penawaran mbak CS mengenai tiket ekonomi itu membuat saya senyum-senyum sendiri bahagia dengan perkembangan PT. KAI. Selain itu saya juga tersenyum mengingat penyataan saya di tulisan sebelumnya mengenai prioritas penggunaan jenis kereta. Kurang lebih kata-katanya seperti ini >>

“Jikalau wacana tiket kereta ekonomi bisa via phone 121, kereta ekonomi bakal jadi prioritas nomer satu buat ane., hihi. Dikarenakan kendala waktu dll, ane susah nyari tiket langsung ke TKP alias stasiun,,. selalu kehabisan.”

#Jleb.,. semoga saya mengaplikasikan pernyataan saya itu dengan benar., hhihi!!

Setelah penawaran mbak CS dan seketika pikiran saya menuju pada tulisan saya , saat itu pula saya menyetujui tiket ekonomi AC Senja Bengawan jurusan Tanah Abang – Solo Jebres itu sementara di seberang sana ada penawaran tiket pesawat yang juga menggiurkan. Yak.,  janji saya mengenai prioritas terpenuhi sudah. Tapi itu bukan alasan utama saya mengalahkan tawaran menggiurkan tiket pesawat dengan tiket 100rb KA Senja Bengawan. Alasan utamanya adalah PENASARAN.

Kembali ke tanggal 20 oktober 2012 pukul 19.04 ketika saya sudah berada di salah satu gerbong tepatnya di kursi 9e gerbong 9. Salah satu gerbong kereta ekonomi AC ini tentunya akan menjawab rasa penasaran saya akan perkembangan pelayanan PT. KAI beberapa waktu lalu ketika melakukan reservasi tiket.

Pelayanan reservasi tiket ekonomi jelas terlihat peningkatannya sehingga dapat memudahkan pelanggan sekaligus mempersempit ruang gerak para calo. Kali ini saya akan langsung mengamati peningkatan pelayanan secara langsung. Apa saja peningkatan pelayanannya?? Ini beberapa poin menurut saya:

  1. AC
    Jelas ini perbedaan yang merupakan faktor utama dari peningkatan pelayanan di kereta ekonomi. Tapi yg saya cukup sesalkan disini yaitu harga tiket kereta ekonomi AC ini meningkat lebih dari 100% dari sebelum menggunakan AC atau jenis Kereta Api Ekonomi. Tapi kembali mengingat sebuah pernyataan yang pernah saya sampaikan kepada teman saya yaitu “Kita harus belajar hidup realistis, jangan berharap penuh terhadap subsidi” .
  2. Penutup Jendela
    Memang tampaknya ini hal yang simple untuk dibicarakan, tapi menurut saya tambahan pemandangan korden rapi berwarna merah muda mengubah drastis kesan “ekonomi” dalam kereta ini. Pemandangan gerbong jadi lebih rapi dan tidak kaku. Satu hal yang dapat saya ambil disini adalah “Ternyata untuk lebih baik itu tidak butuh mahal, yang dibutuhkan adalah inovasi dan kemauan”.
  3. Minim Pedagang
    Kalau peningkatan yang satu ini saya masih belum yakin 100 % berkurangnya pedagang yang masuk dalam gerbong dikarenakan kebijakan dari PT. KAI. Ada kemungkinan juga pedangan tidak ramai karena tidak pada saat mudik. Tapi dengan berkurangnya pedagang benar-benar bisa tenang dlm beristirahat.
  4. Tidak ada tiket berdiri
    Kebijakan ini memang sudah lama dilaksanakan, tapi ini merupakan faktor yang cukup penting bagi pelanggan untuk memilih kereta ekonomi. PT KAI benar-benar memanusiakan manusia dengan kebijakan ini, karena sebelumnya gerbong kereta tak bersela dengan penuhnya penumpang, bahkan kamar mandipun digunakan penumpang sebagai tempat untuk berpijak.
  5. Minim Sampah
    Salut untuk peningkatan yang satu ini, salut untuk PT KAI dan juga untuk masyarakat Indonesia yang telah sadar. Pegawai kereta berkeliling setiap beberapa jam dari kursi satu ke kursi lainnya mengumpulkan sampah dari penumpang. Dengan tidak adanya sampah, tidak ada pula “tukang sapu” dadakan di kereta yang mengumpulkan sampah koran dll segunung yang beberapa diantaranya memaksa meminta uang dari penumpang.

Selain banyak peningkatan di kereta ekonomi masih banyak juga yang harus ditingkatkan lebih lanjut pada jenis kereta ini, mungkin dengan peremajaan kereta yang didukung dengan kursi yang nyaman, pelayanan yang lebih profesional dari pegawai dll. Meskipun demikian, saat ini kereta ekonomi sudah dapat menjadi pilihan utama dalam menggunakan transportasi jarak jauh bagi penggunanya.

Artiket Terkait:

Kereta Api Indonesia: Eksekutif? Bisnis? atau Ekonomi?

Pemesanan tiket Kereta Api Indonesia

Tips dan Trik Pemesanan Tiket Promo Kereta Api Indonesia

Artikel lainnya :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s