Saung Angklung Udjo – Bandung, Indonesia

DSC_7405

Kali ini saya ingin cerita tentang salah satu tempat favorit untuk dikunjungi ketika di Bandung.  Tempat yang sampai sekarang nggak berhenti hentinya membuat saya terkagum-kagum dengan budaya Indonesia dan bangga tentunya.

1st time at SAU

Pertama kali saya kesana adalah tahun 2008 saat study tour kuliah. Saat itu kebetulan saya menjadi ketua panitia. Terus terang Saung Angklung Udjo sangat asing di telinga saya kala itu. Tempat ini merupakan usulan dari salah satu teman dekat saya, karena melihat antusias dia yang begitu besar akhirnya saya pun penasaran dan menyampaikan pendapatnya di forum panitia. Akhirnya polling pun menentukan SAU menjadi salah satu tempat yang akan kami kunjungi.

Hari Kamis pukul 15.30 entah tanggal berapa saya lupa, bus kami memasuki jalan kecil untuk menuju SAU. Setelah bersusah payah melewati jalan kecil itu, akhirnya bus menuju sebuah area yang cukup besar bahkan untuk menjadi parkir beberapa bus besar pun cukup. Sampai di sana kami langsung disambut oleh beberapa staf SAU untuk memasuki tempat pertunjukan tersebut dengan menyerahkan kalung putih bergantungkan replika angklung kecil, brosur dan kemudian kami ditawarkan minuman daerah gratis serta kemudian diarahkan ke pendopo pementasan.

Pemandangan di pendopo yang menjadi perhatian saya pertama kali adalah penonton mancanegara. Bisa dikatakan itu pertunjukan hanya ditonton oleh wisatawan mancanegara kalau rombongan kami tidak ada, haha. Antara bangga dan miris, tempat wisata ini telah banyak mengambil perhatian wisatawan mancanegara, tapi kemana wisatawan domestik sendiri? Ah sudahlah, acara segera dimulai.

Muncul 2 MC yang memandu kita dengan bahasa pengantar yang bercampur-campur antara English, Bahasa dan Chinesse. Tetapi bahasa Inggrislah yang menjadi mayoritas dibandingkan Bahasa Indonesia pun. Wajar., sangat wajar karena penonton mereka mayoritas wisatawan mancanegara juga, tidak bisa disalahkan.

Pertunjukan pertama adalah pertunjukan wayang golek, mungkin ini pertama kali saya melihat secara langsung pertunjukan wayang golek, malu banget sebagai Warga Negara Indonesia. Pertunjukan kedua, ketiga dan seterusnya saya lupa urutannya, maklum sudah 5 tahun yang lalu. Yang pasti semua pertunjukannya membuat gw kagum dan merinding terutama ketika melihat antusiasnya wisatawan mancanegara akan budaya kita. Lagi pertanyaan gw adalah dimana wisatawan domestik kita??

Setelah pertunjukan selesai dan membuat saya terus terkagum kagum akan budaya Indonesia itu perjalananpun akan dilanjutkan ke lokasi wisata lainnya. Tetapi kami “dihadang” oleh sajian sajian cinderamata bertemakan angklung di lorong jalan keluar itu. Singkat cerita kami pun membeli 2 set angklung dengan disponsori oleh iuran mahasiswa dan beberapa dosen. Akhirnya kami pun mempunyai kelompok musik angklung yang bernama “Bambu Nada”. Lumayan laku loh dipakai di acara acara kampus., hihi

2nd time at SAU & 3th time at SAU

Pengalaman kedua dan ketiga ke Saung Angklung Udjo ini beda dengan yang pertama, yang jelas perbedaannya yaitu status saya. Dulu mahasiswa, sekarang karyawan di salah satu instansi. Itu berarti “duitnya ada waktunya gantian punah” berbanding terbalik dengan status mahasiswa.

Pengalaman kedua dan ketiga saya gabung menjadi satu karena pengalaman keduanya hampir sama yaitu sama sama single fighter, tanpa rencana, terlambat beberapa menit sampai tujuan dan lagi dan lagi wisatawan mancanegara masih sangat mendominasi. Tetapi saya sangat menikmati perjalanan seorang diri itu dengan sedikit perbincangan dengan beberapa bule penikmat angklung tersebut. Dan saya lagi lagi merinding dibuat oleh Saung Angklung Udjo melihat begitu antusiasnya wisatawan mancanegara akan budaya kita.

4th time at SAU

DSC_7408

Pengalaman keempat ini mirip dengan pengalaman pertama, yaitu perjalanan kelompok dan saya juga menjadi salah satu panitia dalam pelaksanaannya. Kali ini saya lah yang menjadi pengusul utama untuk berkunjung kesana. Alhamdulillah disetujui.

Sebagai panitia yang menjadi pengusul pertama, saya lah yang menjadi PIC (Person in Charge) pada pelaksanaan (hukum alam di tempat kerja, pengusul = penanggungjawab., hihi). Akhirnya saya pun menghubungi Informasi Kontak SAU yang ada di website Saung Angklung Udjo. Dan saya pun dilayani dengan ramah oleh kang An An. Kang An An pun mengirimkan tawaran paket kunjungan dan makan sesuai dengan permintaan saya melalui email.  Dan akhirnya saya pun setuju dengan beberapa paket yang ditawarkan. Yuhuuu., kunjungan ke SAU semakin jelas dan misi saya untuk me”racun”i segelintir wisatawan domestik semakin jelas terlihat.

Ada satu hal yang agak berbeda dengan pertunjukan pertunjukan sebelumnya. Kali ini pertunjukan tidak akan dilaksanakan di pendopo dengan kapasitas sebesar 500 penonton melainkan outdoor di taman belakang dengan kapasitas penonton hanya 250an penonton karena alasan tertentu. Sempat ada kekecewaan dr rekan-rekan panitia karena kabarnya situasi penonton sudah full berarti kenyamanan menonton akan berkurang (pendapat mereka). Klo saya mah seneng seneng aja., semakin rame samakin seru pastinya., apalagi di outdoor. hihi

skip

skip

Sampai di SAU sore itu pukul 14.50, sesuai arahan kang An An biar dapat tempat yang sesuai. Sampai di TKP benar adanya kami dapat tempat yang lumayan menyenangkan selain kelompok wisata mancanegara yang sudah memenuhi parkir bus sebelumnya., hihi. Venue taman ini bener bener keren, beda aja dengan venue pendopo. Letaknya masuk lebih dalam dari pendopo, dengan panggung yang lebih tinggi dari penontonnya dan dilatarbelakangi oleh tanaman tanaman indah.

DSC_7423

Pertunjukan SAU pun dimulai sore itu dimulai dengan hadirnya 2 orang MC kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan wayang golek. Dan selanjutnya ada banyak pertunjukan seperti wayang topeng, pertunjukan seni angklung oleh siswa siwi junior SAU, arumba, belajar angklung bersama sampai menari bersama. Pertunjukan ini tak terasa menghabiskan waktu 2 jam dari pukul 15.30 – 17.30.

DSC_7474

my note is :

sampai sekarang ini tempat masih jadi tempat favorit bagi gw ketika ke Bandung. Tapi ironisnya masih banyak teman-teman yang belum pernah mengunjunginya bahkan yang berdomisili di Bandung. So., ayoklah kita melestarikan dan menghormati budaya kita sendiri sebelum direbut sama negara negara tetangga. Masuknya cuman murah kok Rp. 70rb ( edited: info dari kaka senior capcai bakar, naik 10rb perak per lebaran 2013) untuk umum, kalau pelajar atau mahasiswa dapat discount tentunya. Alamatnya ada di bawah post ini., HIDUP ANGKLUNG…, HIDUP BUDAYA INDONESIA…!!!

DSC_7456

Saung Angklung Udjo
Jln. Padasuka 118, Bandung 40192 West Java – INDONESIA
Phone. +62 22 727 1714, +62 22 710 1736
Fax. +62 22 720 1587`
E-mail : info@angklung-udjo.co.id

Artikel lainnya :

4 thoughts on “Saung Angklung Udjo – Bandung, Indonesia”

  1. Ya ampun udah empat kali aja. Gw baru dua kali, dan belum pernah dapat yang outdoor. Penasaran deh. Tiketnya sekarang 70rb untuk dewasa dan 50ribu untuk anak-anak, per lebaran kemarin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s