Tag Archives: Solo

Wisata Kuliner Solo: Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno

margoyudan

Mari bercerita tentang gudeg terenak versi gw, Gudeg Ceker Bu Kasno Margoyudan. Meskipun punya darah setengah Jogja setengah Solo, sejatinya gw nggak terlalu suka sama Gudeg, makanan khas kedua daerah tersebut. Tapi suatu ketika, rombongan teman-teman (yang berasal dari luar kota) mengajak mampir ke tempat kuliner melegenda di kota Solo ini, yaudah ngikutin aja. Continue reading Wisata Kuliner Solo: Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno

Wisata Solo : Bus Tingkat Wisata “Werkudara”

Image

Bus tingkat wisata, ya ini adalah bus tingkat wisata pertama yang ada di Indonesia. Tepatnya di Kota Solo. Bus ini dinamakan Bus TIngkat Wisata “Werkudara”, mungkin karena ukuran badan bus yang menyerupai tokoh perwayangan Werkudara atau Bima.

Bus ini dapat digunakan secara eceran (bergabung dengan wisatawan lain) dengan tiket seharga Rp. 20.000,- setiap pukul 12.00 dan 15.00 (jadwal bisa berubah sewaktu-waktu) maupun dapat disewa (carter) seharga Rp. 800.000,-.

Continue reading Wisata Solo : Bus Tingkat Wisata “Werkudara”

Kereta Api Indonesia: Kereta Ekonomi?? Why Not?

Kali ini saya akan menulis lagi mengenai Kereta Api Indonesia alias PT. KAI setelah tulisan saya sebelumnya “Kereta Api Indonesia: Eksekutif? Bisnis? atauĀ Ekonomi?“. Cukup berhubungan menurut saya.

Tepat tanggal 20 oktober 2012 yang laluĀ pukul 19.04 saya berada di kursi kereta ekonomi Bengawan yang sedang “ngetem” di stasiun Tanah Abang menunggu keberangkatan pukul 19.40, . Ada perbedaan dengan jenis kereta ini. Kali ini Kereta Api Bengawan jurusan Jakarta Tanah Abang – Solo Jebres ini dilengkapi dengan AC pada 2 gerbongnya yang paling depan,, yaitu gerbong 8 dan gerbong 9. Wow. .salah satu perkembangan layanan PT. KAI yang patut diapresiasi. Salut !! Bukan hanya itu saja, kali ini akan saya ceritakan tentang beberapa perkembangan PT. KAI. Seperti tulisan saya sebelumnya mengenai Kereta Api.. prioritas penggunaan kereta api bagi saya menempatkan kereta api bengawan ini pada prioritas paling akhir. Mengapa?? Alasan kuatnya adalah cara pemesanan tiketnya. Dahulu pemesanan tiket ekonomi ini dilayani H-7 keberangkatan dan hanya bisa dilayani di stasiun yang online. Bisa dibayangkan betapa banyaknya manusia Jakarta yang merebut tiket “emas” itu. Ditambah lagi dengan aksi para calo yang telah menguasai jajaran antrian sehingga kita yang antri belum tentu mendapatkan tiket. Apalagi stasiun terdekat bagi saya adalah Stasiun Tanah Abang yang terkenal dengan banyaknya “copet”. Ohh..!! dan masih banyak lagi alasan saya untuk menempatkan kereta ekonomi sebagai prioritas terakhir. Continue reading Kereta Api Indonesia: Kereta Ekonomi?? Why Not?